Saung sastra sedang dibangun. Lelaki itu, bapak tukang, sangat bersemangat membantu kami. Yah..meski pun uang yang kami beri sedikit-demi sedikit, sehingga pembuatannya pun bertahap. Saung ini dibangun di dekat kampus Unisma, di pinggiran Kalimalang.
Hayoo, siapa lelaki baju putih itu? Hmm..namanya Bang Ane Matahari. Jangan takut, wajahnya memang seram, tapi baik kok.Banyak orang panggil dia Jamal Mirdad (mirip). Dialah yang mondar-mandir cari dana pembuatan saung sastra, benar-benar tokoh yang malang kali. Akhirnya, berkat kerja bersama, saung pun sudah bisa ditempati untuk tempat diskusi, sekaligus sebagai taman bacaan.


